Sunday, December 04, 2011

Emotions



I have trouble expressing my own emotions appropriately sometimes.
Maybe I just think too much.
Sometimes.

Saturday, September 17, 2011

Sitorus, Acong, Joko: The Video

Been looking for this video, thanks to the anonymous who gave me the link.



Pass it on people!
Much love,
Abby

Monday, August 29, 2011

Idul Fitri – Suikerfeest

Di Belanda, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Suikerfeest. Literally, suiker artinya gula, dan feest artinya pesta, atau celebration. Kenapa Idul Fitri jadi pesta gula? Si gw mencoba menganalisa sebabnya (duh, bahasa gw, serius bet dah). Iseng iseng doang yak.


Pertama, kalo liat sejarahya, muslim yang pertama settle di Belanda adalah orang-orang Indonesia. Tapi, jumlahnya bukan mayoritas. Mayoritas muslim di Belanda justru datang dari Turki (dan Maroko, serta negara-negara laen macem Tunisia dan Suriname). Kenapa begitu?

Jadi, di tahun 1960an – 1970an, Belanda butuh banyak buruh. Jadilah pemerintah Belanda mengorganize agreement dengan negara-negara seperti Turki dan Maroko. Official work immigration selesai di tahun 1973, tapi tetep aja, namanya juga udah settle, ya beranak pinak lah di Belanda. Sebagaimana orang-orang Indonesia yang juga banyak yang udah settle di Belanda.

Nah, balik lagi ke suikerfeest. Udah ketauan kalo mayoritas muslim di Belanda datang dari Turki, marilah kita singgung makanannya. Pernah denger Turkish Delight? Turkish delight adalah semacem permen, atau dodol lebih mendekati sih gw rasa. Isi dan rasanya si dodol ni macem-macem, dari mulai hazelnut, pistachio, walnut, dan kawan kawan. Ini biasanya populer banget di waktu Ramadhan. Coba dateng ke Hema atau Albert Heijn, atau supermarket-supermarket di Belanda dikala Ramadhan. Si Turkish delight ini berserakan dimana-mana. Lalu, tebak apa salah satu main ingredients untuk bikin dodol Turki ini! Yeah! Suiker!

Turkish Delight

Jadi, gw rasa sih istilah suiker feest ini datengnya begitu. Karena pas lebaran, yang jadi suguhan populernya adalah Turkish delight yang manis. Selain itu ada juga stuffed dates, korma yang diisi macem-macem. Intinya, banyak makanan manis deh pas lebaran.

Jadi, ik wens jullie allemaal vrolijk suikerfeest!
Selamat lebaran!


Thursday, May 26, 2011

The wedding #1

So my sister's wedding is on the 29th this month, and yesterday she did her final fitting for the dress. I came by and took some pictures. Here we go.


There will be two dresses for the D-day. She's gonna wear the white for 'akad nikah' in the mosque, then the black for the reception. As for me, I'm not even sure if my dress is going to be done on time or not. We'll see. Anyway, everyone's so excited, and there will be hundreds of people attending the wedding.




And people, no way I'm doing this kind of wedding. Thank universe I'm not the eldest in the family.

Until next post!
Kisses,
Abby


Sunday, May 15, 2011

Warung ngebul!

Jadi ceritanya hari ini gw ke Jalan Cemara. Niat awalnya adalah untuk potrat potret pager ayu dan pager bagus yang fitting baju buat kawinan kakak gw tanggal 29 Mei entar. Begonya, justru kameranya yang ketinggalan. Lalu, gw dan si kakak nyobain Warung Ngebul. Warung kopi ini baru dibuka minggu lalu kalo nggak salah. Yang punya adalah Valiant Budi, yang nulis buku ‘Kedai 1001 Mimpi’. Review bukunya gw taro disini. So, instead of cerita fitting baju, gw nyeritain sesi makan di Warung Ngebul aja dah.


Yang pertama dipesen adalah es krim kebanjur kopi panas, karena di twitter kayaknya semua orang ngerekomendasiin ini. Si es krim kebanjur kopi panas ini adalah tentu saja es krim, dihidangkan bersama kopi yang dibikin pake French press. Setelah 4 menit nunggu, kopi panas di French press langsung dibanjurin ke es krim yang beneran beku. Kayaknya sih rasanya mirip mirip ya, sama Wiener Melange-nya Kopitiam Oey. Cuma servingnya yang di Warung Ngebul lebih seru. Gw lebih suka rasanya waktu si es krim belom terlalu nyampur sama kopinya, jadi masih berasa pait-pait kopinya.

Sebenernya itu sih pesenan si kakak. Gw sendiri mesen kopi susu raspberry dingin yang rasanya lucu. Kalo nggak terlalu demen kopi, yang beginian mesti dicoba. Scent kopinya tetep ada, tapi nggak terlalu kuat karena ada si raspberrynya. Sayang esnya nggak dibikin dari minumannya sendiri. Jadi kalo rada lama dibiarin rasanya rada hambar karena kecampur air dari es batunya.

Next, pudding roti pesenan gw. Rasanya oke, nggak terlalu manis, pas aja. Tapi ya, sebenernya gw lebih suka pudding roti yang teksturnya lebih gooey. Yang tadi gw makan terlalu padet. Keras.


Berhubung lapar berat, si kakak pesen chicken mozzarella. Ukuran ayamnya segubrak, gede bener. Pas buat yang beneran laper. Side dishnya adalah kentang goreng dan mixed vegetables. Worth the money mengingat harganya yang 20 rebu. Yum!

Sebetulnya sih gw minta lasagna, tapi berhubung baru bisa dipesen jam tujuh, jadilah gw pilih roti keju daging asap. Gw pikir bentukannya bakalan berupa sandwich standar, tapi ternyata jadinya mirip risoles. Roti sama isiannya digulung, terus make tepung panir, digoreng dah. Rasanya okay, not that special, tapi bisa ganjel perut, apalagi kalo lasagna-nya not available (masih dendam). Naah, favorit gw adalah teh susu lemon dingin! Bikin seger. Oketa deh.


Total jendral makan berdua adalah 65 ribu. Dan gw pun dibayarin kakak. Horeeeee. Oh, anyway, wangi kopinya kebawa sampe rumah. Literally. Karena si gw kebanjur si es krim kebanjur kopi panas (aiyah, ribet). Yak, gw sukses kesirem sodara. Lengket dah si gw. Nggak cukup kesirem eskrim, eh ditambah ujan juga. Sukses!

Jadi, jikalau ingin mengopi ganteng, makan enak serta cemil centil di Warung Ngebul, sok atuh ke Dago atas. Di depannya Pusair. I’ll be back for the lasagna! Eh, sama spicy chicken wingnya juga deh.

Yaudah ah, ini gw kayaknya kebanyakan nontonin pak Bondan sampe nulis panjang begini. Sebenernya sih gw nulis ini untuk bikin Icha kabita juga sih. Hehe.

Friday, April 08, 2011

Naso endoscopy

I took naso endoscopy test today. Jadi, mau cerita deh dikit. Naso endoscopy itu digunakan untuk pemeriksaan:
  • Hidung tersumbat/pilek menahun
  • Sakit kepala yang hebat (sefagia akibat septum deviasi tulang hidung yang bengkok)
  • Kecurigaan sinusitis kronis
  • Epistaksis berulang
  • Kecurigaan adanya polip atau tumor hidung
  • Trauma kepala dengan kecurigaan bocornya cairan otak (liquor cerebrospinal)
Kira-kira kayak begini prosesnya. Yang pasti sih gw nggak senyam senyum kayak bapak yang di gambar ini.

Prosedur pemeriksaannya begini, pertama, dokter nyemprotin cairan anestesi di hidung gw biar area hidung dan tenggorokan mati rasa. Kepala gw dipegangin sama suster biar nggak gerak. Terus baru deh endoskopnya masuk melalui hidung sampai area pita suara. Di ujung endoscope, ada kameranya. Jadi dalemannya hidung gw langsung bisa diliat di monitornya. Gw nggak liat lah ya, orang sepanjang pemeriksaan gw merem. Yang liat sih nyokap gw yang nganterin.

Ini dia si endoscope

Saat pemeriksaan sih nggak berasa karena area hidung sama tenggorokan udah mati rasa. Yang sakit itu abisnya. Perih jaya. Ditambah, lo nggak bisa nelen apapun karena bius lokalnya masih bekerja. Setelah pemeriksaan selesai at least lo mesti nunggu setengah jam untuk minum atau makan.

Ya udah, ceritanya cuma gitu doang. Siapa tau ada yang penasaran rasanya kayak apa. Hehe.

Wednesday, April 06, 2011

WTF was that??!!?

Saat gw traveling kemaren, ada satu kejadian yang masih bikin gw kesel setengah mati. Bukan pas gw ilang barang, bukan pas gw kedinginan tidur di bangku stasion.

Begini ceritanya. Di satu negara di Eropa timur, seseorang mengirimkan gw pesan singkat, menawarkan sofanya untuk gw selama tiga malem. Karena emang butuh, gw berterimakasih seterimakasih-terimakasihnya sama si calon host gw ini. Si host gw ini kemudian menjemput gw di stasion, dan langsung membawa gw ke city center dengan mobilnya. Gw yang baru turun banget dari kereta setelah hampir 7 jam sebenernya masih kleyeng kleyengan. Tapi yasudalah ya, kalo dianya mo ngajak jalan sih hayo aja.


Selama di jalan, si host gw ini nggak berenti memberikan gw fakta-fakta sejarah tentang bangunan ini dan bangunan itu yang kita lewatin. Macem denger buku sejarah versi audio deh. Di salah satu museum, dia ujug-ujug nyuruh gw masuk ke dalem. Okay, gw masuk museum sambil bilang ke dia kalo gw suka ornamen gothic di pintunya. Begitu gw balik badan, ternyata orangnya emang nggak ada. Pantesan diajakin ngobrol kok nggak nyaut-nyaut. Ternyata, si host gw ini lagi nangkring aja diluar, dan ketika gw tanya kenapa dia nggak masuk, dia bilang dia nggak butuh, soalnya dia tinggal disitu. Hadeeeuh, mbok ya bilang dulu kek, jadi gw pan kagak bingung di dalem.


Pokoknya, saking kakunya ini orang, gw sampe berpikir kalo orang ini adalah vampire. Ngomongnya datar, nggak ada nada tinggi rendah. Dan hobinya ngomongin tahun. Karena jadi bosen dan capek, gw mengajak dia minum kopi dan saling berkenalan dulu, ngobrol nyantai dulu. Setelah itu, suasana rada cerah.


Sampai gw bilang “I’m Indonesian, I was born Moslem”


Entah kenapa, setelah kalimat itu, segala yang gw omongin berasa salah. Setiap kali gw ceriata sesuatu, komentarnya sinis. Dia juga menekankan kalo gw boleh merasa lebih nyaman dalam hal mengemukakan pendapat pendapat gw di Eropa, tapi gw harus tahu, sebenernya, dari segala macem orang di dunia, Europeans adalah yang paling rasis, dan menyarankan gw berpikir ulang kalo gw pengen melanjutan stay gw di Eropa. Belakangan, dia nyangkut-nyangkutin Islam dan Indonesia dengan terorisme. Percayalah, saat itu adalah saat yang paling nggak nyaman dalam hidup gw.


Sampai di apartemennya, suasana tambah kaku. Yang dia lakuin sepanjang sore adalah baca buku di sofa, dan setiap kali gw mencoba untuk ngobrol, jawabannya dia cuma yes atau no. Gw rada bisa bernafas waktu dia bilang dia mesti pergi. Waktu dia pergi, gw langsung mengeluarkan perbekalan roti gw karena gw lapar berat. Ya, dia bahkan sama sekali nggak menawarkan makanan buat gw. Bukannya gw minta ditawarin, karena toh gw berniat untuk masak sesuatu buat dinner malem itu, tapi kalo attitude-nya dia kaya gitu gw juga jadi males lah.

Setelah makan roti bekel, gw pun blek tidur di sofanya dia. Without blanket, without pillow. Gw berasa kemping di hutan, sendirian.


Besok paginya, dia bilang kalo dia mau pergi dan gw mesti cari tempat laen buat nginep selama di negara itu. Gw tentu saja belagak nggak butuh dan bilang kalo kebetulan temen gw pengen gw nginep di rumahnya dia disitu, cuma jaraknya emang jauh dari city center. Lagian, dari pagi buta gw emang udah siap buat cabut dari apartemennya dia.

Setelah ngucapin terimakasih, dan nonton dia sarapan pagi (cuma nonton), dia nganter gw sampe lobby apartemen (dengan sedikit gw paksa, karena sebelomnya dia bilang dia nggak mau nganter). Keluar dari lobby, gw rasanya cuma pengen teriak.

WHAT THE FUCK WAS THAT?


Gw, nyeret-nyeret tas segede gaban, in a middle of nowhere, mesti nyaritau dimana gw berada saat itu, dimana tram atau bus stop terdekat, gimana caranya ke stasion, memakai bahasa tarzan, karena nggak ada satupun orang yang bisa bahasa Inggris disitu.


Well that was the cloud. Silver lining-nya? Setelah orang ini, gw hanya ketemu orang-orang baik yang helpful. Ngebantu gw selama perjalanan, sampe tiba dengan selamat lagi di Belanda. Believe me, orang baik lebih banyak dibanding orang jahat.

Until next post ya’ll!


Monday, April 04, 2011

Sitorus, Acong, Joko

Gw punya temen, namanya Lisa Aviatun Nahar. Icha, that’s how everyone call her, adalah seorang Muslim, seorang Ahmadi. Buat gw, dia jauh lebih baik daripada orang-orang lain yang ngaku agamanya Islam tapi hobinya bikin rusuh dan ngebunuhin orang, berasa dirinya yang paling bener.

Gw punya temen, waktu lahir namanya Liu Lian Hwa. Belakangan si dia namanya jadi Lianna Puspita. Gw memanggilnya dengan sebutan Lee. Bukan karena dia sodaranya Bruce Lee, tapi karena enak aja manggilnya begitu.



Then there’s me. Valentina Febriani. Banyak orang nyangka gw beragama Katolik karena nama ini. Malah pernah juga disangka keturunan Italia, yang ngaco ya, mengingat gw sama sekali nggak ada tanda-tanda bule-nya.

Yang pasti, kami bertiga ini orang Indonesia. Kami lahir dan besar di Indonesia. Indonesia yang kami percaya adalah negara yang komposisinya campur-campur tapi enak macem rujak, Bhineka Tunggal Ika, gitu katanya. Walaupun berbeda, tetapi tetap satu. Kami juga gitu. Beda, tapi satu. Gw nggak pernah niat ngebunuh Icha, atau ngelempar bom ke Gerejanya Lee. Buat apa?

Inget nggak, di tahun 90-an dulu ada iklan layanan masyarakat, yang tokohnya adalah Sitorus, Acong, dan Joko. Gw, Lee dan Icha, kami mengibaratkan diri kami seperti itu.

Semoga banyak orang yang lebih bisa menghargai perbedaan. Tuhan bikin kita beda supaya kita bisa saling menghargai, itu yang gw percaya.


Off to Belgium

Halo semuanya,

Jadi, setelah berdiskusi dengan orangtua, dan tentunya dengan diri gw sendiri, tahun ini gw akan pergi ke Belgia. Sekarang ini gw lagi nunggu host family. Minta doanya dari temen-temen ya.

Okay, gw memang mengundurkan diri dari UNPAD (well, suratnya belom gw urusin sih, gw belom sempet ke kampus lagi), tapi seperti yang dua tahun lalu pernah gw bilang saat gw mutusin untuk cuti kuliah dan pergi ke Belanda, I’m not a quitter. Gw nggak pernah bermaksud untuk berhenti gitu aja. Karena itu, gw akan transfer studi ke Universitas Terbuka disana.


Beberapa bulan terakhir, gw sudah melakukan korespondensi dengan OU untuk memastikan apakah gw bisa transfer kesono apa nggak, dan menurut mereka, bisa, asalkan gw berdomisili di Eropa. Berhubung nantinya gw bakal tinggal di Belgia, ini nggak masalah. Paling yang agak ganjel sekarang adalah mereka belom bisa ngasih personal identification number, yang dibutuhin untuk registrasi dan kawan-kawan karena alamat gw masih di Indonesia. Proses registrasi akan gw lakukan segera setelah gw dapet alamat pasti di Belgia.

Selama di Belgia nanti, gw akan jadi au pair lagi. Tentunya karena gw butuh tempat tinggal dan biaya idup ya. Bedanya, kali ini sambil kuliah. Again, minta doanya supaya semuanya lancar jaya.

Saturday, December 18, 2010

Tips!


  • Pastiin lo tau mau kemana aja. Nggak mesti detil, yang pasti lo tau negara mana aja yang pengen lo kunjungin.
  • Eropa itu luas. Bikin rute yang paling gampang dan efisien. Contoh, rute gw adalah rute memutar. Belanda – Jerman - Austria – Italia – Slovenia – Croatia – Hungaria – Ceko – Polandia – Jerman – Belanda. Liat peta untuk mempertimbangkan rute yang dipilih.
  • Bikin schedule. Lagi lagi, nggak perlu detil, karena ada kemungkinan schedule berubah di tengah jalan. Tapi lo sebaiknya tau kalo dari satu tempat ke tempat yang lain ada rute keretanya atau nggak, mesti pindah pindah atau ada yang direct. Jangan males research.
  • Light Packing. Buat travel selama sebulan, lo nggak mesti bawa baju buat sebulan. Cukup buat seminggu. Tiap minggu, cucilah baju di coin laundry. Alokasikan dana 4 sampe 6 euro buat cuci baju di coin laundry. Soal deterjen, sukur sukur kalo lo bisa minta ke fellow backpacker atau penduduk local, jangan malu nanya. Atau, lo bisa beli yang sachet.
  • Hindari bus sightseeing. Mahal men. Mending lo cari peta jalur tram, metro, atau public transportation lainnya, sama peta wisata gratis. Bertebaran di setiap stasion.
  • Kalo nggak punya duit banget sampe hostel pun bukan pilihan, tinggal gelar sleeping bag di stasion. Atau, carilah host lewat couchsurfing. It’s fun! Kalo gw ke satu tempat, gw lebih suka ketemu orang daripada ketemu patung. Sejarahnya patung bisa diliat dari buku. Tapi cerita orang lokal about patung itu nggak akan bisa didapet gitu aja. Meet locals, make friends!
  • Bawa souvenir Indonesia. Lo bakalan ketemu banyak orang, dan asik banget kalo bisa exchange sesuatu. Selain contacs dan cerita tentunya. Gantungan kunci, magnet, atau bolpen adalah yang paling gampang dibawa. Nggak usah yang mahal-mahal.
  • Enjoy!